Month: February 2018

Kematian Kurt Cobain yang Penuh Kontroversi

Walaupun dunia musik adalah dunia yang identik dengan hiburan dan kesenangan, namun tidak selalu demikian yang dialami oleh para musisi. Semakin tinggi pohon maka semakin besar angin yang menerpa, dan begitulah yang berlaku bagi musisi kelas dunia dengan ketenaran yang sudah tidak perlu dipertanyakan lagi. Nyatanya, tidak hanya berjegalan dalam berkarya, namun terkadang nyawa pun bisa menjadi taruhan.

Dan itulah yang terjadi pada musisi legendaris Kurt Cobain yang berhasil membuat dunia musik genre grunge seolah bangkit kembali dari tidur panjangnya, meregang nyawa ketika kariernya sedang berada di posisi puncak teratas. Kurt Cobain adalah pria yang meninggal di usia 27 tahun ketika dirinya sedang berada dalam daftar teratas musisi terbaik kelas dunia. Vocalis sekaligus gitaris band fenomenal Nirvana tersebut ditemukan dalam keadaan meninggal di garasi rumahnya pada hari Jumat, 8 April 1994 oleh seorang teknisi listrik bernama Gary Smith. Smith menemukan Cobain dalam keadaan tak bernyawa dengan pistol yang berada di dekat tubuh Cobain serta luka tembakan jarak dekat di kepalanya. Kabar ini berhasil membuat dunia musik dan Sbobet seolah berhenti sejenak karena semuanya terkejut dengan kabar yang begitu tiba-tiba ini.

Hal yang paling menarik adalah adanya surat Cobain yang ditulis tangan tergeletak di dekat jasad Cobain. Dalam surat tersebut, musisi legendaris ini mencurahkan curahan hatinya tentang dukanya dalam berkarya di band Nirvana. Walaupun terlihat menikmati teriakan penonton yang histeris pada saat naik ke panggung, ternyata Cobain tidak menikmatinya sama sekali dan hanya mencoba bersikap profesional di hadapan publik. Cobain merasa frustasi karena musik yang semula ia ciptakan karena ingin berekspresi dengan nada, justru menjadi tontonan orang-orang dan menjadi ladang uang. Cobain merasa tidak begitu nyaman dengan hal ini, sehingga ia pun mencoba lari dari rasa depresinya dengan menjadi pengabdi heroin kelas kakap.

Smith menemukan Cobain dalam keadaan meninggal pada hari Jumat, namun hasil autopsi tidak berkata demikian. Dari hasil pemeriksaan, diduga Cobain meninggal pada hari Selasa sebelumnya, dan itu berarti jenazah Cobain ditemukan 3 hari setelah meninggal. Pihak berwenang sudah memutuskan alasan Kurt Cobain meninggal adalah karena bunuh diri. Hal ini diperkuat dengan adanya surat yang tergeletak di sebelahnya, karena itu berarti kematian Kurt Cobain sudah direncanakan dan Cobain meninggal atas dasar keputusannya. Ditambah dengan adanya pistol yang tergeletak di sekitar tubuh pria itu, sehingga Cobain ditetapkan meninggal karena bunuh diri dengan menarik pelatuk pistol ke kepalanya. Namun, rupanya tidak semua pemain poker online langsung menerima pernyataan tersebut mentah-mentah. Ada beberapa orang yang menduga bahwa Cobain meninggal karena aksi pembunuhan, dan ada pula yang menduga Cobain telah mengalami pencucian otak oleh oknum-oknum tertentu.

Tidak hanya sampai disitu, dugaan-dugaan lain pun datang silih berganti. Bahkan hingga saat ini pun, media masih sensitif apabila membahas tentang kematian vocalis legendaris Cobain. Jenazah Cobain dikremasi pada hari Minggu, 10 April 1994 tepat dua hari setelah Cobain ditemukan tidak bernyawa di garasinya. Sebagian abu dari kematiannya disimpan dan kemudian dicampur dengan tanah liat dan dijadikan sebagai bahan dasar dalam pembuatan patung gitar yang kemudian dinamakan patung ‘Kurt Cobain Memorial Park’ di Washington. Hingga kini, patung tersebut masih gagah berdiri dan selalu dikenang oleh masyarakat sebagai penghargaan atas karyanya.

Dugaan Keterlibatan Courtney Love dalam Kematian Kurt Cobain

Kematian Kurt Cobain pada tanggal 8 April 1994 masih menorehkan luka dalam di dunia musik. Berbagai pertanyaan timbul di pikiran orang-orang tentang apa sebenarnya sebab kematian dari Cobain, dan mengapa hal itu terjadi. Kematian Cobain masih menjadi misteri, terlebih karena pihak berwenang dan keluarga enggan membagikan foto-foto TKP dan jasad Cobain pada saat ditemukan tak bernyawa di rumah kediamannya.

Berbagai konspirasi timbul sebagai bentuk peran publik dalam menjawab misteri ini. Hingga pada tahun 2014, kepolisian pun memutuskan untuk membagikan foto-foto kematian Cobain setelah berselang tepat 20 tahun dari hari kematiannya. Semula berita kematian Cobain yang sudah mulai mereda, seolah kembali dihebohkan dengan gambar-gambar yang dirilis tersebut. Dalam foto yang dibagikan, terlihat Cobain begitu bersimbah darah dan posisi tubuh Cobain begitu ganjil untuk dikatakan sebagai kasus bunuh diri.

Banyak orang dengan hobi judi bola yang menduga bahwa kematian Cobain disebabkan karena pembunuhan berencana, dan menariknya adalah Courtney Love, istri Cobain, diduga terlibat dalam pembunuhan suaminya itu. Hal ini diperkuat karena keterangan tersebut didapatkan langsung dari Hank Harrison yang merupakan ayah dari Courtney Love sendiri. Hank berkata bahwa dia bisa membuktikan anaknya benar-benar terlibat dalam pembunuhan vocalis Nirvana tersebut. Meskipun Love tidak terlibat langsung pada saat pembunuhan, namun Hank berkeras bahwa anaknya terlibat di balik layar dari kasus ini.

Hank Harrison menyebut alasan penguatnya dalam menduga anaknya adalah dalang dari kematian Cobain adalah pengedaran foto kematian Cobain yang baru dilakukan pada tahun 2014. Hank berpendapat jika memang Cobain meninggal karena bunuh diri, tidak akan menjadi masalah bagi Love untuk mempublikasikan foto kematian suaminya pada saat itu juga dan tidak perlu menunggu hingga 20 tahun lamanya.

Tidak hanya komentar Hank yang menjadi dasar teori kematian Cobain dibunuh oleh istrinya sendiri, namun pada hari-hari berkabung di tahun 1994 ada seseorang yang mengaku bahwa dia pernah medengar Love menawarkan seseorang sejumlah uang yang begitu banyak untuk jasa membunuh suaminya. Namun, terlepas dari tanggapan ayahnya dan beberapa kabar tak mengenakkan tersebut, Courtney Love membantah dengan keras teori tersebut. Love mengaku bahwa ia begitu mencintai Cobain dan tidak akan tega membunuh suaminya sendiri.

Bantahan Courtney Love memuncak pada saat dirilis film semi dokumenter berjudul Soaked In Bleach di tahun 2015 yang seolah memberi kemungkinan bahwa Cobain meninggal karena dibunuh oleh istrinya sendiri. Courtney dikabarkan begitu marah dengan film ini dan menyewa pengacara handal untuk membuktikan dirinya tidak terlibat sama sekali dalam kematian Cobain dan menuntut film tersebut untuk diberi keadilan hukum. Film ini begitu menggemparkan publik, bahkan ada beberapa bioskop yang bersedia untuk menayangkan film karya Benjamin Statler yang penuh kontroversi ini.

Film Soaked in Bleach dirilis pada tanggal 11 Juni 2015, dan judul ini pun diambil dari lirik salah satu lagu Cobain yang berjudul Come As You Are. Pada saat Cobain meninggal, jabatan kepala kepolisian Seattle dipegang oleh Norm Stamper, dan Stamper benar-benar menaruh perhatian terhadap kasus kematian Cobain. Stamper menjabat hingga tahun 2004, dan setelah film tersebut rilis, ia menyatakan bahwa jika masih diberi kesempatan menjabat sebagai kepala kepolisian, ia bersama agen bola terpercaya akan membuka kembali kasus ini dengan selebar-lebarnya agar bisa menemukan kebenaran dari misteri kematian Kurt Cobain 20 tahun lalu.